Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

Topik kita sekarang ialah Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!. Pengertian entrepreneurship dan entrepreneur bagaikan 2 sisi mata uang, karena keduanya merupakan satu kesatuan. Entrepreneurship adalah sifatnya, se&g entrepreneur yakni tokohnya. Jadi keduanya tidak dapat dilepaskan satu dengan lainnya. Mereka saling terkait.

Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

Histori entrepreneurship bisa dibagi dalam beberapa periode, yakni :

1. Periode Awal

Sejarah entrepreneurship (kewirausahaan) diawali dari periode awal yang digerakkan oleh Marcopolo. Dalam eranya, ada 2 pihak, yakni pihak pasif & pihak aktif. Pihak pasif berbuat sebagai pemilik modal & mereka mengambil profit yang benar-benar banyak kepada pihak aktif. Sedang pihak aktif yakni pihak yang menerapkan modal itu buat berjualan, antara lain dengan mengarungi lautan. Mereka menemui banyak resiko, baik fisik ataupun sosial, tapi keuntungan yang didapatkan sebesar 25 persen.

2. Abad Pertengahan

Entrepreneurship tumbuh di periode pertengahan, pada zaman ini entrepreneur (wirausahawan) direkatkan pada pemeran film dan seorang yang memegang proyek besar. Mereka gak lagi bertentangan dengan resiko, namun mereka memanfaatkan resources yang diberikan, biasanya diberikan oleh pemerintah. Kategori entrepreneur yang mencolok di antaranya orang yang bekerja dalam bidang arsitektural.

Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

3. Abad 17

Di abad 17, seorang ekonom Richard Cantillon menegaskan bahwa seorang entrepreneur adalah seorang pengambil resiko dengan mengetahui sifat mereka, yakni membeli pada harga yang tetap tapi memasarkan dengan harga yang tak jelas. Ketidakpastian inilah yang dinamakan dengan menemui risiko.

4. Abad 18

Berlanjut di abad ke 18, seorang entrepreneur gak direkatkan pada pemilik dana, tetapi direkatkan pada orang-orang yang memerlukan dana. Entrepreneur bakal membutuhkan modal buat meluaskan dan menjadikan inovasinya. Pada saat itu, dibedakan antara pemilik modal dan entrepreneur sebagai seorang pencipta.

5. Abad 19

Sedangkan di abad ke 19 dan 20, entrepreneur didefinisikan sebagai seseorang yang memobilisasi & membatasi perusahaan buat memajukan pertambahan nilai personal.

6. Abad 20

Pada abad 20, terobosan melekat erat pada entrepreneur di waktu kini.

Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

Istilah entrepreneurship dikenalkan pertama kali oleh Richard Cantillon seorang ekonom Irlandia yang domisili di Prancis pada abad ke-18. Ia menginterpretasikan entrepreneurship sebagai “the agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product”. Dia mengucapkan bahwa entrepreneur yaitu seorang pengambil resiko.

Ga lama setelah itu J.B Say dari Prancis menyempurnakan definisi Cantillon jadi “one who brings other people together in order to build a single productive organism”. Artinya, entrepreneur memegang fungsi yang lebih luas, yakni seorang yang menyusun.

Baru satu abad selanjutnya ekonom Inggris, seperti Adam Smith & John Stuart Mill mempersoalkan tentang teori ini dan menjelaskan bahwa entrepreneurship merupakan kompetensi yang engga biasa, tetapi tidak menemukan istilah yang pas di dalam bahasa Inggris. Smith & Mill menamakannya, business management.

Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

John Stuart Mill memisahkan fungsi entrepreneur antara yang mendapatkan profit dan yang mendapatkan bunga. Ini diperluas lagi oleh Schumpeter yang mendudukkan manusia sebagai faktor utama proses kemajuan ekonomi. Dalam proses itu, entrepreneur melaksanakan inovasi dalam bentuk sistem atau produk dan pendayagunaan resourses baru.

Bernard Komoroff (penulis Small Time Operator) menulis, entrepreneur berasal dari bahasa Prancis entreprendre to undertake, akar katanya berasal dari enterprise: one who organize, manage, and assumes the risk of business or enterprise.

Stephen Robbins mengungkapkan, entrepreneur is a process by which individuals pursue opportunities, fulfilling needs and wants through innovation, without regard to the resources they currently control.

Hal selaras dengan Robbins adalah Bob Reiss yang menjabarkan dalam bukunya, Low Risk, High Reward: entrepreneurship is the recognition and pursuit of opportunity without regard to the resources you currently control, with confidence that you can succeed. With the flexibility to change course as necessary, and with the will to rebound from setback.

Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

Definisi ini menitikberatkan pada pendayagunaan kesempatan tanpa mesti menggantungkan sumber daya yang dimiliki. Artinya, seorang entrepreneur tak kudu memiliki dana atau fasilitas dulu buat memprakarsai usaha. Entrepreneurship engga berawal dengan modal dana atau fasilitas, namun berakhir dengan kekayaan & keberhasilan. Seorang entrepreneur mencari dan menjumpai jalan mendapatkan sumber energi buat mencapai impian. Oleh karena itu, seorang entrepreneur patut orang yang kreatif.

Schermerhorn mendeskripsikan entrepreneurship sebagai kepribadian yang dinamis, kreatif, berani menghadapi risiko & dalam menjalankannya selalu bertujuan pada inovasi. Seseorang disebut entrepreneur apabila dapat menerangkan karakter tersebut & mempunyai semangat untuk menunaikannya. Sedang entrepreneurship digunakan untuk mengartikan karakter entrepreneur seseorang atau satuan kerja & suatu organisasi.

Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

Dari definisi entrepreneurship di atas bisa diketahui beberapa keyword yang berhubungan dengan indikator buat mengevaluasi bagaimana seseorang mempunyai semangat entrepreneur. Ditinjau dari faktor psikis bisa didapat perkiraan terkait dengan perilaku yang terkait dengan entrepreneµrship.

Stoner mengatakan bahwa pada dasarnya entrepreneurship bergulir dari kebutuhan dasar manusia untuk berprestasi (need of achievement) seperti konsep Mc Cleland. Selanjutnya, dikatakan bahwa seorang entrepreneur bisa dikenali sebab mereka:

  • memiliki kebutuhan untuk berprestasi yang tinggi;
  • punya letak kendali internal (locus of control), mengelola hidupnya sendiri;
  • toleran pada risiko;
  • toleran kepada keragu-raguan; dan
  • punya kepribadian jenis A, dorongan buat melakukan lebih banyak dalam waktu yang sedikit.

Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

David Burnett menyuarakan bahwa secara umum entrepreneur adalah seorang pengambil risiko, koordinator dan organisator, penghubung (gap filler), leader, innovator, dan kreatif. Lalu, Covin & Slevin menyampaikan bahwa pada dasarnya seorang entrepreneur dapat dikenali dari sikap dan perilakunya yang merepresentasikan tiga dimensi, yaitu: keinovatifan (innovativeness) pengambil risiko (risk-taking), keproaktifan (pro-activeness).

Inovatif mengacu pada kreativitas, ketidaklaziman, atau penanggulangan dengan kaidah baru pada permasalahan-permasalahan atau keperluan. Pengambil risiko berhubungan dengan tekad buat sepakat bahwa sekali-sekali memang Anda mesti merugi atau gagal. Sedangkan proaktif berkaitan dengan penerapan, yaitu bagaimana mengerjakan sesuatu yang diperlukan untuk bisa berhasil.

Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!

Entrepreneurship ini dapat ditimbulkan atau dibentuk pada diri seseorang melalui pengajaran atau pelatihan. Pendidikan atau pelatihan entrepreneurship yakni mekanisme pembelajaran konsep dan kompetensi untuk mengenali kesempatan-kesempatan yang orang lain enggak kapabel mengawasinya, buat memiliki insight, self-esteem, dan ilmu buat bekerja sementara yang lain ragu-ragu. Termasuk di dalamnya, belajar mengidentifikasi peluang, dikaitkan dengan pemanfaatan sumber daya buat menempuh risiko dan mencetus bisnis baru.

Berdasarkan paparan di atas, maka entrepreneurship yakni ideologi dan perbuatan berkaitan dengan gimana seseorang bisa mengaplikasikan kesempatan & mengambil risiko dengan melaksanakan inovasi tanpa mengandalkan resource yang ada untuk mencapai tujuan, sedang yang dikerjakan itu susah penuh resiko. Selain itu, entrepreneurship juga selalu siap untuk mencari alternatif dalam menangani tantangan, halangan, dan problematika kerjaan.

Menurut Avin Padilla Helmi & Rista Bintarawita Megasari mengemukakan entrepreneurship yaitu semangat kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kinerja pasar. Entrepreneurship mencakup penciptaan perusahaan baru, kesibukan kewirausahaan, pun keterampilan manajerial yang diperlukan seorang entrepreneur.

Demikian info tentang Tahu Karakter Umum Yang Dimiliki Seorang Entrepreneur? Kenapa Enggak!, semoga postingan ini membantu Anda. Tolong post ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply