Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

komunitas sb1m

Di artikel ini kami akan ulas tentang Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!. Definisi entrepreneurship dan entrepreneur seperti 2 sisi mata uang, karena keduanya adalah satu kesatuan. Entrepreneurship yaitu sifatnya, sedang entrepreneur merupakan pelakunya. Jadi keduanya gak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Mereka saling berhubungan.

Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

Sejarah entrepreneurship dapat dibagi dalam beberapa periode, yaitu :

1. Periode Permulaan

Pasukan Synergy

Sejarah entrepreneurship (kewirausahaan) diawali dari periode awal yang digagas oleh Marcopolo. Dalam eranya, ada dua pihak, yaitu pihak pasif dan pihak aktif. Pihak pasif beraksi sebagai pemilik modal dan mereka mengambil profit yang sungguh-sungguh banyak terhadap pihak aktif. Sedangkan pihak aktif yaitu pihak yang menggunakan modal tersebut buat berjualan, di antaranya dengan memutari lautan. Mereka menempuh banyak risiko, baik fisik ataupun sosial, tapi profit yang didapatkan sebesar 25 persen.

2. Abad Pertengahan

Entrepreneurship berkembang di periode pertengahan, pada era ini entrepreneur (wirausahawan) direkatkan pada pemeran film & seseorang yang mengadakan proyek besar. Mereka enggak lagi berhadapan dengan risiko, tapi mereka memanfaatkan sumber energi yang diberikan, umumnya diberi oleh pemerintah. Kategori entrepreneur yang dominan di antaranya orang yang kerja dalam bidang arsitektural.

Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

3. Abad 17

Di abad 17, seorang ekonom Richard Cantillon menjelaskan bahwa seorang entrepreneur yaitu seorang pengambil resiko dengan menatap tindak-tanduk mereka, yaitu membeli pada harga yang tetap akan tetapi memasarkan dengan harga yang engga pasti. Ketidakpastian inilah yang disebut dengan menantang resiko.

4. Abad 18

Berlanjut di abad ke 18, seorang entrepreneur gak dilekatkan pada pemilik modal, akan tetapi dilekatkan pada orang-orang yang membutuhkan modal. Entrepreneur akan memerlukan dana untuk mengembangkan & mengeluarkan pembaharuannya. Pada masa itu, dibedakan antara pemilik modal & entrepreneur sebagai seorang penemu.

5. Abad 19

Sedangkan di abad ke 19 & 20, entrepreneur diartikan sebagai seseorang yang menyusun dan mengoperasikan perusahaan buat meninggikan pertambahan nilai personal.

6. Abad 20

Pada abad 20, inovasi menempel erat pada entrepreneur di era kini.

Pasukan Synergy

Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

Istilah entrepreneurship dikenalkan pertama kali oleh Richard Cantillon seorang ekonom Irlandia yang domisili di Prancis pada abad ke-18. Ia menginterpretasikan entrepreneurship sebagai “the agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product”. Ia menunjukkan bahwa entrepreneur merupakan seorang pengambil risiko.

Tidak lama kemudian J.B Say dari Prancis memperbaiki pengertian Cantillon jadi “one who brings other people together in order to build a single productive organism”. Artinya, entrepreneur memegang fungsi yang lebih luas, ialah seorang yang mengatur.

Baru satu abad berikutnya ekonom Inggris, seperti Adam Smith & John Stuart Mill mengkaji mengenai konsep ini dan mengucapkan bahwa entrepreneurship yaitu keterampilan yang tidak umum, akan tetapi tidak menemukan definisi yang tepat di dalam bahasa Inggris. Smith dan Mill menyebutnya, business management.

Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

John Stuart Mill membagi peran entrepreneur antara yang mendapatkan laba dan yang mendapatkan bunga. Ini diperluas lagi oleh Schumpeter yang meletakkan manusia sebagai faktor sentral mekanisme kemajuan ekonomi. Dalam proses itu, entrepreneur mengerjakan terobosan dalam wujud taktik atau produk dan pemakaian sumber-sumber baru.

Bernard Komoroff (pengarang Small Time Operator) menulis, entrepreneur berasal dari bahasa Prancis entreprendre to undertake, akar katanya berasal dari enterprise: one who organize, manage, and assumes the risk of business or enterprise.

Stephen Robbins memberitahukan, entrepreneur is a process by which individuals pursue opportunities, fulfilling needs and wants through innovation, without regard to the resources they currently control.

Hal senada dengan Robbins ialah Bob Reiss yang menginterpretasikan dalam bukunya, Low Risk, High Reward: entrepreneurship is the recognition and pursuit of opportunity without regard to the resources you currently control, with confidence that you can succeed. With the flexibility to change course as necessary, and with the will to rebound from setback.

Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

Definisi ini menekankan pada pemanfaatan peluang tanpa mesti mengandalkan sumber daya yang dimiliki. Artinya, seorang entrepreneur enggak patut mempunyai uang atau fasilitas lebih dahulu untuk membuka usaha. Entrepreneurship enggak berawal dengan modal uang atau fasilitas, tapi berakhir dengan kekayaan & keberhasilan. Seorang entrepreneur mencari dan menjumpai cara mendapat sumber energi untuk mencapai impian. Karena itu, seorang entrepreneur perlu orang yang kreatif.

Schermerhorn mendefinisikan entrepreneurship sebagai sikap yang dinamis, kreatif, berani menempuh risiko dan dalam mengadakannya selalu bertujuan pada terobosan. Seseorang dinamakan entrepreneur kalau bisa menyatakan perilaku itu dan memiliki dorongan buat melakukannya. Sedang entrepreneurship digunakan buat mendeskripsikan sikap entrepreneur seseorang atau satuan kerja & suatu organisasi.

Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

Dari pengertian entrepreneurship di atas dapat dikenal beberapa keyword yang berkaitan dengan parameter untuk menguji gimana seseorang mempunyai jiwa entrepreneur. Ditinjau dari faktor psikologi bisa didapatkan prakiraan terkait dengan karakter yang terkait dengan entrepreneµrship.

Stoner mengungkapkan bahwa pada dasarnya entrepreneurship berjalan dari keperluan dasar manusia untuk berprestasi (need of achievement) seperti konsep Mc Cleland. Kemudian, dikatakan bahwa seorang entrepreneur bisa dikenali sebab mereka:

  • punya kebutuhan untuk berprestasi yang tinggi;
  • punya letak kendali internal (locus of control), mengontrol hidupnya sendiri;
  • toleran terhadap risiko;
  • toleran kepada keragu-raguan; dan
  • mempunyai perilaku tipe A, dorongan untuk menunaikan lebih banyak dalam waktu yang sedikit.

Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

David Burnett menjelaskan bahwa secara umum entrepreneur merupakan seorang pengambil risiko, koordinator & organisator, penghubung (gap filler), leader, innovator, dan kreatif. Selanjutnya, Covin dan Slevin mengungkapkan bahwa pada dasarnya seorang entrepreneur bisa dikenali dari sikap dan sikapnya yang mencerminkan tiga dimensi, yaitu: keinovatifan (innovativeness) pengambil resiko (risk-taking), keproaktifan (pro-activeness).

Inovatif merujuk pada kreativitas, ketaklaziman, atau penuntasan dengan kaidah baru pada perkara-perkara atau keperluan. Pengambil risiko berhubungan dengan semangat untuk sependapat bahwa kadang-kadang emang kalian patut merugi atau gagal. Sedangkan proaktif terkait dengan aplikasi, yaitu gimana menyelenggarakan sesuatu yang dibutuhkan buat bisa sukses.

Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!

Entrepreneurship ini bisa dimunculkan atau dibentuk pada diri seseorang lewat pengajaran atau pelatihan. Pendidikan atau pelatihan entrepreneurship yaitu metode pembelajaran konsep dan ketrampilan untuk mengenali kesempatan-kesempatan yang orang lain engga mampu melihatnya, buat mempunyai insight, self-esteem, & wawasan buat bertingkah sementara yang lain ragu-ragu. Termasuk di dalamnya, belajar mengenali kesempatan, dikaitkan dengan pemanfaatan sumber energi buat menantang risiko & mempelopori bisnis baru.

Berdasarkan uraian di atas, maka entrepreneurship yakni pemikiran & perbuatan tentang bagaimana seseorang bisa memakai peluang dan mengambil resiko dengan melaksanakan pembaruan tanpa menggantungkan resource yang ada untuk menempuh tujuan, sedang yang dijalankan itu susah penuh risiko. Selain itu, entrepreneurship pun selalu siap buat mencari alternatif dalam menangani tantangan, halangan, dan problematika pekerjaan.

Menurut Avin Padilla Helmi & Rista Bintarawita Megasari menyajikan entrepreneurship merupakan spirit kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kinerja pasar. Entrepreneurship mencakup penciptaan perusahaan baru, aktivitas kewirausahaan, pun keterampilan managerial yang diperlukan seorang entrepreneur.

Sekian info tentang Ini Loh 6 Periode Histori Entrepreneurship Yang Sepatutnya Diketahui!, semoga post ini berguna buat teman-teman semua. Kami berharap postingan ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...
Hosting Berkualitas

Leave a Reply