Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

Topik kita kali ini ialah Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?. Pengertian entrepreneurship & entrepreneur bagaikan 2 sisi mata uang, karena keduanya yakni satu kesatuan. Entrepreneurship yakni sifatnya, sedang entrepreneur merupakan tokohnya. Jadi keduanya enggak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Mereka saling berhubungan.

Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

Histori entrepreneurship bisa dibagi dalam beberapa periode, yakni :

1. Periode Permulaan

Histori entrepreneurship (kewirausahaan) dimulai dari periode awal yang digerakkan oleh Marcopolo. Dalam zamannya, terdapat dua pihak, yakni pihak pasif dan pihak aktif. Pihak pasif berlaku sebagai pemilik modal & mereka mengambil laba yang betul-betul banyak terhadap pihak aktif. Sedang pihak aktif yakni pihak yang mengaplikasikan dana itu untuk berjual beli, antara lain dengan mengelilingi lautan. Mereka menempuh banyak risiko, baik fisik ataupun sosial, tetapi laba yang diperoleh sebesar 25%.

2. Abad Pertengahan

Entrepreneurship mengembang di periode pertengahan, pada masa ini entrepreneur (wirausahawan) direkatkan pada aktor & seseorang yang memanage proyek besar. Mereka ga lagi berhadapan dengan resiko, akan tetapi mereka memanfaatkan sumber daya yang diberikan, umumnya diberi oleh pemerintah. Kelompok entrepreneur yang mencolok antara lain orang yang kerja dalam bidang arsitektural.

Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

3. Abad 17

Di abad 17, seorang ekonom Richard Cantillon memastikan bahwa seorang entrepreneur adalah seorang pengambil risiko dengan melihat tindak-tanduk mereka, yakni membeli pada harga yang tetap tetapi menjual dengan harga yang ga pasti. Ketidakjelasan inilah yang disebut dengan menantang resiko.

4. Abad 18

Berlanjut di abad ke 18, seorang entrepreneur gak direkatkan pada pemilik modal, tapi dilekatkan pada orang-orang yang memerlukan modal. Entrepreneur akan memerlukan modal buat meluaskan & membangun pembaharuannya. Pada saat itu, dibedakan antara pemilik dana & entrepreneur sebagai seorang penemu.

5. Abad 19

Sedangkan di abad ke 19 dan 20, entrepreneur dideskripsikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan & mengoperasikan perusahaan buat menaikkan pertambahan nilai personal.

6. Abad 20

Pada abad 20, pembaharuan melekat erat pada entrepreneur di saat ini.

Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

Istilah entrepreneurship dikenalkan pertama kali oleh Richard Cantillon seorang ekonom Irlandia yang tinggal di Prancis pada abad ke-18. Dia menjabarkan entrepreneurship sebagai “the agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product”. Dia menunjukkan bahwa entrepreneur yakni seorang pengambil risiko.

Gak lama setelahnya J.B Say dari Prancis memperbaiki definisi Cantillon jadi “one who brings other people together in order to build a single productive organism”. Maknanya, entrepreneur memegang fungsi yang lebih luas, merupakan seorang yang mengatur.

Baru satu abad berikutnya ekonom Inggris, seperti Adam Smith dan John Stuart Mill mengulas perihal teori ini dan mengutarakan bahwa entrepreneurship ialah kepandaian yang engga lazim, namun tidak mendapatkan definisi yang pas di dalam bahasa Inggris. Smith dan Mill menamakannya, business management.

Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

John Stuart Mill memisahkan peran entrepreneur antara yang menerima keuntungan dan yang mendapat bunga. Ini diperluas lagi oleh Schumpeter yang mendudukkan manusia sebagai faktor sentral mekanisme perkembangan ekonomi. Dalam mekanisme itu, entrepreneur mengadakan terobosan dalam wujud kaidah atau produk & pemakaian sumber-sumber baru.

Bernard Komoroff (pengarang Small Time Operator) menulis, entrepreneur berasal dari bahasa Prancis entreprendre to undertake, akar katanya berasal dari enterprise: one who organize, manage, and assumes the risk of business or enterprise.

Stephen Robbins mengutarakan, entrepreneur is a process by which individuals pursue opportunities, fulfilling needs and wants through innovation, without regard to the resources they currently control.

Hal senada dengan Robbins ialah Bob Reiss yang mengartikan dalam bukunya, Low Risk, High Reward: entrepreneurship is the recognition and pursuit of opportunity without regard to the resources you currently control, with confidence that you can succeed. With the flexibility to change course as necessary, and with the will to rebound from setback.

Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

Pengertian ini menekankan pada pendayagunaan peluang tanpa mesti mengandalkan sumber daya yang dimiliki. Artinya, seorang entrepreneur gak patut punya dana atau fasilitas terlebih dahulu untuk memprakarsai usaha. Entrepreneurship enggak berawal dengan modal dana atau fasilitas, tetapi berakhir dengan kekayaan dan kejayaan. Seorang entrepreneur mencari dan menjumpai jalan mendapat resources buat menggapai target. Karena itu, seorang entrepreneur harus seorang yang kreatif.

Schermerhorn mendefinisikan entrepreneurship sebagai perilaku yang dinamis, kreatif, berani menempuh resiko dan dalam melakukannya selalu berarah pada inovasi. Seseorang dikatakan entrepreneur sekiranya bisa mengindikasikan perilaku tersebut dan memiliki semangat untuk melakukannya. Sedangkan entrepreneurship dipakai buat menjabarkan kepribadian entrepreneur seseorang atau satuan kerja dan suatu organisasi.

Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

Dari definisi entrepreneurship di atas bisa dikenal sebagian keyword yang berhubungan dengan indikator buat menaksir bagaimana seseorang memiliki spirit entrepreneur. Ditinjau dari faktor psikologi bisa didapatkan prakiraan tentang perilaku yang bersangkutan dengan entrepreneµrship.

Stoner mengatakan bahwa pada dasarnya entrepreneurship beranjak dari kebutuhan dasar manusia buat berprestasi (need of achievement) seperti teori Mc Cleland. Berikutnya, dikatakan bahwa seorang entrepreneur dapat dikenali sebab mereka:

  • punya kebutuhan untuk berprestasi yang tinggi;
  • punya letak kendali internal (locus of control), membenahi hidupnya sendiri;
  • toleran kepada risiko;
  • toleran pada keragu-raguan; dan
  • punya karakter kelompok A, dorongan untuk mengadakan lebih banyak dalam waktu yang sedikit.

Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

David Burnett mengungkapkan bahwa secara umum entrepreneur ialah seorang pengambil resiko, koordinator dan organisator, penghubung (gap filler), leader, innovator, & kreatif. Kemudian, Covin dan Slevin mengutarakan bahwa pada dasarnya seorang entrepreneur bisa dikenali dari sikap & perilakunya yang merefleksikan tiga dimensi, yaitu: keinovatifan (innovativeness) pengambil risiko (risk-taking), keproaktifan (pro-activeness).

Inovatif mengacu pada kreativitas, ketidaklaziman, atau penanganan dengan metoda baru terhadap persoalan-persoalan atau keperluan. Pengambil risiko berkaitan dengan dorongan untuk setuju bahwa adakalanya emang kawan-kawan semua mesti merugi atau gagal. Sedang proaktif bersangkutan dengan implementasi, yaitu bagaimana menunaikan sesuatu yang diperlukan buat dapat sukses.

Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?

Entrepreneurship ini bisa dimunculkan atau disusun pada diri seseorang lewat pengajaran atau pelatihan. Pendidikan atau pelatihan entrepreneurship yaitu sistim pembelajaran konsep dan kompetensi untuk mengenali peluang-peluang yang orang lain engga cakap mengamatinya, buat punya insight, self-esteem, & pengalaman buat bekerja sementara yang lain ragu-ragu. Termasuk di dalamnya, belajar mengenali peluang, dikaitkan dengan penggunaan resource buat mengalami resiko dan mencetuskan bisnis baru.

Berdasarkan pembahasan di atas, maka entrepreneurship merupakan pandangan & perbuatan tentang gimana seseorang bisa memakai peluang dan mengambil risiko dengan mengerjakan terobosan tanpa menggantungkan sumber daya yang ada buat mencapai tujuan, sedangkan yang dijalankan itu susah penuh risiko. Di samping itu, entrepreneurship pun selalu siap untuk mencari pilihan dalam menyelesaikan tantangan, rintangan, & problematika pekerjaan.

Menurut Avin Padilla Helmi & Rista Bintarawita Megasari menyajikan entrepreneurship merupakan jiwa kewirausahaan yang dibangun untuk mempertemukan antara ilmu dengan kesanggupan pasar. Entrepreneurship mencakup pendirian perusahaan baru, aktivitas kewirausahaan, pun ketrampilan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.

Sekian informasi seputar Bagaimana Cara Menilai Semangat Seorang Entrepreneur?, semoga artikel kali ini mencerahkan kalian. Mohon post ini dibagikan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply